Aku itu seperti tuan rumah yang sedang menjamu tetamu
sementara di waktu yang sama
aku punya janji di luar sana
dengan kekasihku
Menghormati tamu, memanjakannya wajib hukumnya
Menepati janji, pun lebih wajib lagi
Akhirnya kuputuskan meninggalkan tamu
ku beritahu ia, Aku ada janji dengan kekasihku
Seperti dulu saat ku sedang asyik di surga
Aku ada janji dengan KEKASIHKU untuk turun ke dunia
Apadaya karena memakan buah surga adalah jalan satusatunya
Kuhabiskan saja selahaplahapnya dan Aku tak mungkin dipersalahkanNya
***
Tag: sajak cerita buah surga
Artikel keren lainnya: